Langsung ke konten utama

Postingan

Apa yaa??

Kecewa

Postingan terbaru

Sedikit Pelukan dari 2 Jiwa yang Egois

Hari ini hari minggu, semalem kamu ga dateng karna ada kesibukan dan aku ngerti, aku ga mau jadi perempuan egois yang ngerengek cuma karna hal sepele, toh masih ada besok buat ketemu lagi. Jadi buat malem minggu kali ini waktunya istirahat :) Aku kangen banget sama kamu, aku harap hari ini kamu bisa main kerumah aku. Tapi waktu di chat kok jawaban kamu singkat banget ya, lagi sibuk kah? Rada sedih sih, niatnya mau nanya kamu bisa main kerumah aku apa ngga, tapi jawaban singkat itu bikin aku diem. Terus sore nya kita ada konflik sedikit, padahal niatnya aku cuma bercanda, tapi mungkin menurut kamu aku agak keterlaluan jadi kita ribut. Aku pikir kamu ga bakal dateng kerumah aku karna kejadian ini. Tapi ternyata kamu dateng, walaupun kamu diam. Iya, kamu ga ngeliat aku, kamu diam. Aku peluk kamu ga ngerespon, aku deketin kamu menghindar, aku sun pipi kamu juga kamu diem aja. Kamu ngambek sama aku malam ini, maafin aku.. Aku bingung mesti gimana, aku ini perempuan yang cengeng, ak...

Lebih dari itu...

Kamu bukan laki laki yang hebat, kamu juga bukan laki laki yang sempurna. Tetapi lebih dari itu, bersamamu aku merasa sempurna. Kita melakukan hal bodoh bersama lalu tertawa. Kita bertengkar dan saling diam. Mungkin terlihat seperti pasangan yang normal. Tapi lebih dari itu, hubungan ini terasa hebat. Tidak ada komitmen untuk berpacaran tetapi saling menjaga hati satu sama lain. Tetap seperti ini, tetap jaga hati sampai saatnya tiba. Kapan saat itu tiba? Entah lah, yang pasti aku akan terus menunggu. Datanglah kerumahku dengan cara yang manis dan berkata "jadilah istriku" mungkin itu akan sangat menyenangkan. Kenapa menyenangkan padahal itu terdengar biasa saja? Iya menyenangkan karena muhamad fadil akbar itu bukan laki laki yang romantis, mungkin akan sangat menyenangkan kalau laki laki cuek melamar dengan cara yang sangat manis hahaha Sabtu, 21 April 2018

Dari "Nol"

Jangan berkata "tunggu, aku ingin sukses terlebih dahulu, setelah itu aku akan datang untuk menjemputmu" Aku tidak mau seperti itu. Menunggu itu membosankan. Kenapa kita tidak berjuang bersama? Aku tidak malu menggandeng tanganmu, berjalan bersamamu dari nol, bahkan aku lebih bangga bisa memiliki mu sejak masih nol daripada memilikimu saat sudah sukses. Karena mendaki bersamamu terasa lebih indah daripada harus menunggumu dipuncak yang teramat membosankan. Bisakah kita berjalan mendaki bersama? Bisa kah kita terus bergandengan tangan untuk mencapai puncak bersama? Tugasku adalah menemanimu dari nol, berada disampingmu hingga sampai ke puncak. Dengan siapa kamu berdiri dipuncak kesuksesanmu, itu hak mu. Setidaknya aku tidak akan melepasmu atau membiarkanmu berjuang sendirian sampai ke puncak. Aku sayang kamu, muhamad fadil akbar.

Tangan yang menutup mata serta air yang mengalir di pipi

To : Muhamad Fadil Akbar From : Ayu Diahwari Dear aa fadil sayang , Ditahan tahan beberapa hari, akhirnya tumpah juga malem ini. Disini rasanya nyesek banget astagfirullah.. Nyoba buat naro tangan diatas mata dan pada akhirnya banjir juga ni muka. Sesibuk itu ya kamu? Aku nungguin kamu. Aku marah sama kamu, beberapa hari ini kamu nyebelin banget bikin aku kesel terus. Hari ini malah ga ada kabar sama sekali. Kamu yang bilang sendiri gabisa kalo ga chat sama aku sehari aja, aku juga sama.. Gabisa kalo ga dapet kabar dari kamu sehari aja.. Bukan kamu doang yang mau dingertiin, bukan kamu doang yang mau dimanja. Aku juga sama. Sedih banget aku malem ini. Kangen banget aku sama kamu. Pengen di peluk sama kamu, pengen diusap air mata nya sama kamu. Pengen disayang. Banyak yang mau aku ceritain sama kamu tentang kejadian seminggu ini, sampe aku lupa mau mulai dari mana, sampe aku lupa setiap kejadian seminggu ini saking nyebelinnya kamu beberapa hari ini. Tangan aku masih diatas mata...