Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2018

Lebih dari itu...

Kamu bukan laki laki yang hebat, kamu juga bukan laki laki yang sempurna. Tetapi lebih dari itu, bersamamu aku merasa sempurna. Kita melakukan hal bodoh bersama lalu tertawa. Kita bertengkar dan saling diam. Mungkin terlihat seperti pasangan yang normal. Tapi lebih dari itu, hubungan ini terasa hebat. Tidak ada komitmen untuk berpacaran tetapi saling menjaga hati satu sama lain. Tetap seperti ini, tetap jaga hati sampai saatnya tiba. Kapan saat itu tiba? Entah lah, yang pasti aku akan terus menunggu. Datanglah kerumahku dengan cara yang manis dan berkata "jadilah istriku" mungkin itu akan sangat menyenangkan. Kenapa menyenangkan padahal itu terdengar biasa saja? Iya menyenangkan karena muhamad fadil akbar itu bukan laki laki yang romantis, mungkin akan sangat menyenangkan kalau laki laki cuek melamar dengan cara yang sangat manis hahaha Sabtu, 21 April 2018

Dari "Nol"

Jangan berkata "tunggu, aku ingin sukses terlebih dahulu, setelah itu aku akan datang untuk menjemputmu" Aku tidak mau seperti itu. Menunggu itu membosankan. Kenapa kita tidak berjuang bersama? Aku tidak malu menggandeng tanganmu, berjalan bersamamu dari nol, bahkan aku lebih bangga bisa memiliki mu sejak masih nol daripada memilikimu saat sudah sukses. Karena mendaki bersamamu terasa lebih indah daripada harus menunggumu dipuncak yang teramat membosankan. Bisakah kita berjalan mendaki bersama? Bisa kah kita terus bergandengan tangan untuk mencapai puncak bersama? Tugasku adalah menemanimu dari nol, berada disampingmu hingga sampai ke puncak. Dengan siapa kamu berdiri dipuncak kesuksesanmu, itu hak mu. Setidaknya aku tidak akan melepasmu atau membiarkanmu berjuang sendirian sampai ke puncak. Aku sayang kamu, muhamad fadil akbar.

Tangan yang menutup mata serta air yang mengalir di pipi

To : Muhamad Fadil Akbar From : Ayu Diahwari Dear aa fadil sayang , Ditahan tahan beberapa hari, akhirnya tumpah juga malem ini. Disini rasanya nyesek banget astagfirullah.. Nyoba buat naro tangan diatas mata dan pada akhirnya banjir juga ni muka. Sesibuk itu ya kamu? Aku nungguin kamu. Aku marah sama kamu, beberapa hari ini kamu nyebelin banget bikin aku kesel terus. Hari ini malah ga ada kabar sama sekali. Kamu yang bilang sendiri gabisa kalo ga chat sama aku sehari aja, aku juga sama.. Gabisa kalo ga dapet kabar dari kamu sehari aja.. Bukan kamu doang yang mau dingertiin, bukan kamu doang yang mau dimanja. Aku juga sama. Sedih banget aku malem ini. Kangen banget aku sama kamu. Pengen di peluk sama kamu, pengen diusap air mata nya sama kamu. Pengen disayang. Banyak yang mau aku ceritain sama kamu tentang kejadian seminggu ini, sampe aku lupa mau mulai dari mana, sampe aku lupa setiap kejadian seminggu ini saking nyebelinnya kamu beberapa hari ini. Tangan aku masih diatas mata...

Uhibbuka fillah

Aku menyayangimu bahkan sebelum kamu tau itu.  Aku menyayangimu dulu, Dan saat ini, aku benar benar menyayangimu. Bahkan sekalipun kita tidak saling berhubungan selama 1 hari 1 malam atau bahkan berhari hari, aku tetap menunggumu, tidak pergi meninggalkanmu ataupun melupakanmu. Aku masih menyayangimu. 07/04/2018 01.29 Wib