Langsung ke konten utama

Dari "Nol"

Jangan berkata "tunggu, aku ingin sukses terlebih dahulu, setelah itu aku akan datang untuk menjemputmu"

Aku tidak mau seperti itu. Menunggu itu membosankan. Kenapa kita tidak berjuang bersama? Aku tidak malu menggandeng tanganmu, berjalan bersamamu dari nol, bahkan aku lebih bangga bisa memiliki mu sejak masih nol daripada memilikimu saat sudah sukses. Karena mendaki bersamamu terasa lebih indah daripada harus menunggumu dipuncak yang teramat membosankan. Bisakah kita berjalan mendaki bersama? Bisa kah kita terus bergandengan tangan untuk mencapai puncak bersama? Tugasku adalah menemanimu dari nol, berada disampingmu hingga sampai ke puncak. Dengan siapa kamu berdiri dipuncak kesuksesanmu, itu hak mu. Setidaknya aku tidak akan melepasmu atau membiarkanmu berjuang sendirian sampai ke puncak. Aku sayang kamu, muhamad fadil akbar.

Komentar