Langsung ke konten utama

Surat Pertama

28 Agustus 2006

Kemarin aku diberitahu bahwa nama laki laki yang kulihat di depan mesjid itu fadil. Dipandang saja tidak akan menghasilkan apa apa. Aku memberanikan diri untuk mengirimkannya surat perkenalan, isinya adalah bahwa aku ingin sekali menjadi temannya, aku memberitahukan warna tas ku, ciri ciri tas ku dan juga namaku. Awalnya aku pikir fadil tidak akan peduli, tetapi saat pulang sekolah, dia merespon surat dariku dengan cara yang aneh. Mungkin dia mengenaliku karna melihat ciri ciri tas ku yang aku sebutkan dalam surat itu. Aneh, tapi aku menyukai caranya merespon diriku dengan cara yang tidak biasa. Mau tau dengan cara apa dia merespon ku? Hari itu kaki ku sedang sakit, dia menendang kaki ku sambil berjalan melewatiku, tanpa berkata 1 katapun. Rasanya sakit tapi juga senang. Aku harap bisa mengenalmu lebih jauh lagi, fadil.

Komentar